Tuanku Ismail Banda Ulama Mandailing, Diplomat Ulung Negara – Negara Liga Arab Atas Pengakuan Kemerdekaan Indonesia

Editor : Basa, 07/01/22
Mandailing Natal, Sumut, Kompas86.com
Kebanyakan Tokoh dan Ulama Mandailing yang tercatat dan termashur juga tersohor namanya namun banyak juga yang tidak membuat Marganya Sehingga Banyak Orang Tidak Tahu Bahwa Mereka Berasal Dari Mandailing, Apalagi Yang Sudah Bermukim Lama di Perantauan di Luar Mandailing.

Termasuk Salah Satunya Tuanku Ismail Banda Ulama Mandailing Yang Lahir di Medan Pada Tahun 1910 Dari Nama Ayahnya Banda Yang Merantau Dari Panyabungan Mandiling Natal sekarang ke Medan , Tuanku Ismail Sekolah di Madrasah Islamiyah Tapanuli ( MIT) Selama 5 Tahun, Sekolah Madrasah Formal Pertama di Sumatera Utara Yang didirikan Oleh Muhammad Yunus Salah Satu Ulama Mandailing 1918, Dalam Relatif Muda Umur 20 Tahun Beliau Mendirikan dan Sekaligus Menjadi Ketua Umum Pertama Al Jamiayatul Wasliyah Pada Tahun 1930.

Setelah mendirikan Al Wasliyah pada tahun 1932 Tuanku Ismail Banda berangkat ke Mekkah Belajar dan melanjutkan Pendidikannya ke Mesir belajar ke Al Azhar, di Mesir Aktif Melalukukan Pergerakan Kemerdekaan dan di Organisasi yang didirikan Pelajar - Pelajar Indonesia di Mesir Pada tahun 1923 Jami'ah Chairiyah, Pada tahun 1933 berubah lagi menjadi Perhimpunan Indonesia Raya (PIR) dan 1938 Berubah Menjadi Perhimpunan Indonesia Malaya (PIM) dan Beliau Terpilih Menjadi Pemimpinnya ( Perpindom) dan Aktif Dalam Lobi - Lobi Kemerdekaan Indonesia Untuk Negara Mesir, Palestina dan Negara - Negara Liga Arab.

Pada Tahun 1944 Juga digelar Kongres Pan Arab ( Liga Arab) di Iskandariyah Mesir, Ismail Banda dan M. Zen Hassan diutus Menjumpai Para Menteri Luar Negeri Negara - Negara Liga Arab Yang Sedang Berkongres, Mereka Membawa Nota Tuntutan Pengakuan Atas Kemerdekaan Indonesia, Jaminan Persatuan Indonesia Sebelum Pendudukan Asing Dengan Tak dibagi - bagi, Ikut Serta Wakil - Wakil Indonesia Yang Sebenarnua Dalam Menentukan Soal - Soal Perdamaian Sesudah Perang dan Kesimpulan Tuntutuan Pengakuan Secara De Fakto dan De Jure Sesudah Proklamasi.

Setelah Perang Dunia Ke II Berakhir Tahun 1945 Sukarno - Hatta Membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Yang Tentu Saja Tidak di Sukai Belanda, Sadar Bahwa Pernyataan Proklamasi Kemerdekaan Tidak Akan Berarti Apa - Apa Jika Tidak Mendapat Pengakuan Internasional, Maka Tuanku Ismail Banda Bersama Kawan - Kawan di Panitia Pusat Arsyad Thalib Lubis Semakin Meningkatkan Aktivitasnya Melakukan Lobi - Lobi Diplomatik, Alhamdulillah Tidak Hanya di Mesir, Palestina Tetapi di Negara - Negara Timur Tengah Lainnya Memberikan Untuk Mendapat Pengakuan Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk Negara Merdeka.

Bahkan Tuanku Ismail Bandara Bersama Panitia Berhasil Meyakinkan Mufti Besar Palestina Amin Al Husaini, Muhammad Ali Taher Saudagar Kaya Palestina Sehingga Media - Media Besar Timur Tengah Gencar Membertakan Kemerdekaan Indonesia dan Juga Petinggi - Petinggi Mesir, Tidak Mudah Waktu Itu Memberitakan Kemerdekaan Indonesia Karena Adanya Blokade Sekutu Yang Menembalikan Kekuasaan Belanda di Indonesia.

Pertengahan Tahun 1947 Tuanku Banda Pulang Ke Tanah Air Bekerja Pada Departemen Agama Ibu Kota Indonesia Pada Waktu Itu di Yogyakarta dan Tidak Lama Kemudian Beliau Pindah Ke Departemen Luar Negeri, Selama di Yogyakarta Sambil Mengajar Jadi Dosen di Universitas Islam Indonesia dan Sekolah - Sekolah Agama Serta Rajin Menyiar di RRI Berbahasa Arab Pada Masa Revolusi di Yogyakarta Sampai di Pindahkannya Siaran Luar Negeri Ke Jakarta, Beliau Sangat Akrab Dengan Tokoh - Tokoh Muhammadiyah.

Pada Tahun 1950 Beliau di Pindahkan Ke Jakarta Pada Kementerian Luar Negeri dan Menjabat di Kedutaan Besar Indonesi di Teheran, 30 November Tahun 1951 Beliau di Perintahkan Bekerja Pada Perwakilan Indonesia di Kabul Afganistan dan Harus Berangkat Dengan Pesawat Udara Pada Akhir Desember 1951, Sebelum ke Afganistan Tuanku Ismail Banda Bermaksud Hendak Singgah Dahulu di Mesir dan di Teheran, Namu Takdir Berkata Lain, Pesawat Yang di Tumpangi Ismail Banda di Hantam Badai Topan dan Mengalami Kecelakaan di Teheran Yang Menyebabkan Selùruh Penumpang Meninģgal Dùnia, Jasadnya di Makamkan di Tempat Kejadian, Sekilas Biografy Tuanku Ismail Banda, Jika Ada Kehilafan dan Kesalahan Mohon Maaaf Yang Sebesar - Besarnya.

Sejarah ini disampaikan Presiden Ikatan Pemuda Mandailing (IPM) Bung Tan Gozali Nasution kepada awak media pada Rabu 5/1/2022 di Madina, dan sebagai tokoh muda Mandailing yang Cinta dan Sayang serta bangga jadi putra Mandailing beliau tidak pernah bosan menggali sejarah para tokoh dan ulama asal Mandailing dan mengimformasikan hal ini melalui media kepada halayak terkhususnya kepada para Pemuda agar mengetahui sejarah.

Menanggapi hal ini Kabiro Kompas86.com sangat salut dan merasa bangga dizaman ini masih ada tokoh Pemuda yang peduli dengan sejarah para tokoh dan ulama asal Mandailing yang mungkin selama ini terlupakan.

Diahir perbincangan Bung Tan Gozali Nasution tak pernah lupa mengucapkan semboyan nya :

#BanggaJadiAlakMandailing!
#UlangLojaMambaenNadenggan!
#SalamLiterasiGenerasiMandailing!
#Salam_Ikatan_Pemuda_Mandailing!

(M.S .Nasution)

Category: Uncategorized
author
No Response

Leave a reply "Tuanku Ismail Banda Ulama Mandailing, Diplomat Ulung Negara – Negara Liga Arab Atas Pengakuan Kemerdekaan Indonesia"