Tim P2T & KJPP Minta Pers Tidak Ekspos Harga Tanah Pulau Nustual, Ada Apa Dibalik Itu.

Saumlaki, Tanimbar, Kompas86.com. Sekretaris Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T), M. Alaydrus dari Badan Pertanahan Nasional Wilayah Provinsi Maluku dan Ketua Tim Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), Pung Zulkarnain meminta awak media agar tidak mengekspos nilai harga tanah permeter³ Rp.14.000 hasil penetapan KJPP dan Tim P2T Provinsi Maluku atas luasan 28,9 hektar (289.767m³) di pulau Nustual desa Lermatang kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Keptan) Provinsi Maluku yang disampaikan dalam musyawarah ganti kerugian pengadaan tanah pelabuhan kilang gas alam cair yang berlangsung di kantor Kanwil BPN Keptan Selasa 16/11/2021 dan dilakukan tertutup dari siapapun termasuk media.

"Kita sepakat dulu. Saya minta soal harga tanah Rp.14.000 permeter³ yang terlanjur diketahui media, jangan dipublikasi dulu. Sebab musyawarah tersebut belum final,
Bahkan Tim P2T sudah sampaikan harga tanah itu dalam musyawarah tadi. Kami akan menitipkan uang pembelian tanah seluas 289.767 m³ atau ditaksir sekitar Rp.4.056.738.000 di pengadilan. Kalau ada yang tidak puas silahkan gugat di pengadilan", ucap Alaydrus saat diwawancarai di vila Bukit Indah di Saumlaki, seusai musyawarah.

Ketika ditanya apakah aspek kemanusiaan, keadilan dan kesejahteraan pemilik tanah dipertimbangkan dalam penilaian harga tanah oleh KJPP, Zulkarnain dengan tegas sampaikan aspek-aspek ini tidak kami masukan dalam penilaian harga tanah di pulau Nustual. Yang kami pakai hanya perbandingan harga pasar harga tanah di areal desa Lermatang dan sekitarnya, jelasnya.

Pada kesempatan terpisah, Simon Johan Liur, S.Pd kepada Kompas 86 di Saumlaki Kamis, 18/11/2021 mengatakan acuan harga tanah yang disampaikan oleh Tim P2T dan KJPP yang menyatakan penetapan nilai harga tanah tidak boleh subjektif seperti itu. Sebab ada aspek-aspek lain yang sengaja diabaikan Tim P2T. Sebab pengadaan tanah untuk kepentingan umum harus berdasarkan azas kemanusiaan, keadilan, kepastian, keterbukaan, kesepakatan, keikutsertaan, kesejahteraan, keberlanjutan dan keselarasan. Sebab tujuan akhir pengadaan tanah bagi kepentingan umum adalah peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa, negara dan masyarakat dengan tetap menjamin kepentingan hukum yang berhak, jelas mantan ketua Komisi A Anggota DPRD Keptan.

Bagaimana bisa Tim P2T memberi nilai harga tanah yang terkesan tidak menghargai orang Tanimbar. Bahkan sengaja mengabaikan aspek kemanusiaan, keadilan, kesejahteraan dan hubungan emosional masyarakat Tanimbar dengan tanah, sama artinya dengan sebuah pelecehan. Tanah yang diperoleh melalui peperangan, karena itu orang di Tanimbar sangat menghargai dua hal, perempuan dan tanah. Selain itu, penambahan tanah sekitar 1,9 hektar diluar SK Gubernur Maluku yang menetapkan kebutuhan pembangunan pelabuhan Kilang LNG 27 hektar, ini ilegal land. Selain itu, tidak transparan bahkan minta pers tidak memberitakan harga tanah ke publik, ini patut dicurigai ada apa dibalik sinetron yang dimainkan Tim P2T Promal, tegasnya.
Anis Labobar.

Category: Uncategorized
author
No Response

Leave a reply "Tim P2T & KJPP Minta Pers Tidak Ekspos Harga Tanah Pulau Nustual, Ada Apa Dibalik Itu."