Termotivasi Membantu Nelayan, Pastor Poli Serin Bentuk Komunitas Bintang Laut

Editor : Basa, 11/01/22

Arui Das, Tanimbar, Kompas86.com - Sebagai seorang pelayan di Paroki Waturu Barat (Wabar) kecamatan Wuarlabobar Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Keptan) Provinsi Maluku, Pastor Poly Serin sering melayani dan mendengar keluhan nelayan baik beragama Katolik, Protestan maupun Muslim di wilayah tersebut. Latar belakang sebagai anak nelayan, dirinya prihatin dengan keadaan para nelayan di daerah yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) laut melimpah (given resources), namun belum dapat dikelola maksimal akibat keterbatasan sarana prasarana penangkapan ikan dan pemasaran.

Dikatakan, kepedulian humanis menginspirasi, Serin berupaya untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan cara, membentuk dan menghimpun para nelayan Tanimbar dalam satu Komunitas Nelayan Bintang Laut (KNBL). Komunitas ini pertama kali dibentuk di kecamatan Wuarlabobar, Yamdena Barat. Sementara di pesisir Yamdena Timur, yang pertama dibentuk di desa Arui Das Kecamatan Wertamrian dan menjadi contoh bagi desa lainnya. Ada juga permintaan dari desa Atubul dan Meyano Das untuk membuka cabang disana, ungkapnya dalam pertemuan dengan para Nelayan, Pemdes serta BPD Arui Das dan Kepala Dinas Perikanan Keptan, A. Batkormbawa berserta stafnya di balai desa Arui Das, Minggu 9/1/2022 lalu.

Menurutny, nelayan adalah sebuah profesi yang menantang, sebab harus berhadapan dengan gelombang, ombak dan laut yang cukup dalam. Tetapi, jika profesi ini dijalani dengan sungguh-sungguh dan konsisten, akan berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Banyak anak Tanimbar sukses dari hasil laut, termasuk dirinya. Dari hasil jual ikan, saya bisa sekolah seminari dan menjadi seorang pastor, terang Serin.

Terkadang, nelayan dibiarkan berjuang sendiri tanpa pendampingan SDM dan sarana penunjang yang memadai. Akibatnya, hasil yang diperoleh tidak sesuai target dan harapan yang diinginkan. Disisi lain, meski hasil tangkapan ikan nelayan banyak, tetapi tidak dapat dijual ke kota karena transportasi mahal dan biaya pengawetan dengan es atau friser cukup besar. Berdasarkan latar belakang itu, sebagai pemuka agama dirinya terpanggil untuk membentuk Komunitas Nelayan Bintang Laut. Tujuannya membantu masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar meningkatkan taraf hidup. Ini salah satu bidang yang menjanjikan bagi ekonomi nelayan, ucap Serin.

Sasaran pendampingan komunitas Nelayan Bintang Laut adalah budidaya rumput laut dan nelayan tangkap seperti, panah, jaring dan pancing. Nelayan tangkap terdiri dari, nelayan tonda, pancing, bagan, jaring dan panah. Untuk itu, Komunitas Nelayan Bintang Laut bekerjasama dengan pihak Pemda yaitu, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan, Pemdes, BUMDES untuk membantu para nelayan soal sarana prasarana yang memadai.

Hal tersebut agar meminimalisir pola pemberian bantuan tidak tepat sasaran. Kami juga bekerjasama dengan para investor dan para pengusaha di bidang perikanan untuk akses pemasaran hasil rumput laut dan tangkapan ikan. Kerjasama dilakukan juga dengan Pemda dan para profesional di bidang perikanan, guna memberikan pelatihan bagi nelayan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas mereka. Selain itu, kerjasama dilakukan pula dengan tokoh agama Katolik, Protestan dan Islam untuk pembinaan iman, moral dan spiritual nelayan. Agar diantara sesama nelayan harus saling membantu dan menghindari persaingan yang tidak sehat, tandas Serin.
(Anis Labobar)

Category: Uncategorized
author
No Response

Leave a reply "Termotivasi Membantu Nelayan, Pastor Poli Serin Bentuk Komunitas Bintang Laut"