Project Jembatan Babat Rp.13 Miliar Selama Pengerjaan Tidak Memikirkan Masyarakat, Dan Mengambil Keuntungan Sepihak.

Pali, Sumsel, Kompas86.com

Yang jadi pertanyaan, apakah project tersebut tidak di Anggarkan di dalam RAB, sehingga jembatan sementara hanya bisa di lalui oleh kendaraan roda 2, sementara se Kabupaten PALI sudah mengetahui kalau jembatan yang sekarang di bangun adalah satu satunya akses jalan lintas menuju begitu banyak Desa, bahkan akses jalan tersebut bisa juga sampai ke Kota Kabupaten PALI.

Sudah diketahui bahwa akses jalan yang saat ini sedang dilaksanakan pembangunan jembatan Desa Babat adalah akses jalan utama satu satunya menuju jalan lintas utama untuk warga Desa Sungai Ibul, Sungai Langan, Spantan Jaya yang akan bepergian ke Prabumulih, Palembang serta desa desa di wilayah Kecamatan Penukal dan Kecamatan Abab dalam wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) .

Di sebut jalan alternatif, bisa juga di kategorikan jalan pilihan, seharusnya project membuat jalan pilihan untuk masyarakat memilih,
karena jembatan sedang di bangun, maka itu yang di maksud jalan pilihan.

"Bagaimana disebut hanya memikirkan keuntungan sepihak,? karena jalan tersebut juga sebagian dari sumber kehidupan bagi masyarakat, tentunya masyarakat yang berdagang yang seharusnya lebih dekat melintas dari jalan tersebut dengan adanya project jembatan ini menjadi tidak bisa lagi.

"Terlebih bagi pedagang yang dagangannya sangat rentan dengan waktu seperti" ikan sayur sayuran dan lain sebagainya, sementara project tersebut bukanlah memakan waktu yang sebentar, dan bukanlah memakan dana yang kecil.

Itulah yang disebut menguntungkan satu pihak, pihak kontraktor di untungkan karena dengan cara membuat jembatan kecil sementara, juga membutuhkan dana yang kecil,

Yang di rugikan adalah masyarakat, ekonomi masyarakat untuk mengangkut bahan pokok dan kebutuhan lainnya seperti petani dan lain sebagainya.

Namun apa jadinya kalau kontraktor pembangunan jembatan Desa Babat , APBD Kabupaten PALI tahun 2021 ini hanya menyediakan jembatan sementara khusus untuk roda 2, sementara jembatan sementara untuk roda 4 tidak di adakan.

Artinya dengan adanya proyek jembatan Rp 13,9 Miliar, yang belum dipastikan kapan selesainya ini, sudah sangat menyulitkan masyarakat sekitar.

Pasalnya, warga desa yang berada di akses jalan itu dengan menggunakan kendaraan roda 4 harus memutar berkeliling kalau ingin bepergian menuju atau dari jalan lintas provinsi, juga yang akan ke Ibukota Kecamatan Penukal (Babat) terpaksa memutar berkeliling puluhan kilometer.

Baru kali ini terjadi di Kabupaten PALI, pelaksanaan proyek pembangunan jembatan tidak diawali dengan pembangunan jembatan sementara untuk roda 4 sekaligus roda 2, Ini sudah sangat keterlaluan dan tidak beretika.

” Projek jembatan Desa Babat Kecamatan Penukal ini sudah sangat menyulitkan masyarakat sekitar itu, Siapa sih kontraktornya, kenapa tidak memperhatikan kepentingan masyarakat ??" Jelas sala satu masyarakat Kabupaten PALI "Y" inisial.

” Kenapa tidak diharuskan membuat jembatan sementara yang bisa dilewati kendaraan roda 4, apakah project yang memakan dana yang cukup besar seperti ini tidak pernah terpantau oleh instansi yang terkait, sala satu warga "Y" menjelaskan.

”Sepertinya instansi yang terkait, dan kontraktor jembatan itu menganggap kalau warga tidak ada yang memiliki kendaraan roda 4," jelasnya lagi.

” Namun dengan adanya project jembatan yang tidak membangun jembatan sementara untuk roda 4, kami merasa dirugikan, baik waktu maupun materi, karena melewati akses jalan itu, kami hemat BBM ” jelas "Y"

Menurut "Y"sungguh sangat keterlaluan dan tidak berperasaan jika dalam membangun project jembatan yang nilainya puluhan milyar ini tidak memikirkan kepentingan masyarakat banyak.

” Coba saja bayangkan" umpama di desa kami ada warga yang terkena musibah mungkin sakit atau ingin melahirkan jika melewati akses jalan sebelumnya hanya membutuhkan waktu 10 menit kini harus memutar dengan memakan waktu 1 jam lebih ” jelas "Y'.

Belum lagi, yang berkaitan dengan perekonomian dan kebutuhan masyarakat. Kalau akses jalan itu tidak bisa dilalui kendaraan roda 4 dipastikan akan berdampak pada perekonomian dan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dinas Pekerjaan Umum, Kegiatan : Pembangunan Jembatan, Paket : Pembangunan Jembatan Babat, Nomor Kontrak : 094/02/SPK/KPA.02/PPK.05/PJBBT/DPU.PALI/VIII/2021, Tanggal : 31 Agustus 2021, Nilai Kontrak : Rp 13.167.312.000-, Sumber Dana : APBD Kabupaten PALI TA 2021 (Dana BANGUB), Penyedia Jasa : PT Tito Aristo Kontrindo.

Project tersebut tidak menuliskan berapa lamanya masa Pengerjaan, "R" inisial tepat nya hari Rabu (24/11/2021) ketika di konfirmasi lewat whatsAp, "R" tidak menjawab.

"Pihak kontraktor Epantri ketika di konfirmasi lagi Kamis (25/11/2021) " Ao lajula ( iya silakan) jawab Epantri lewat whatsApp maka berita kami terbitkan.

(Ans/ tim)

Category: Uncategorized
author
No Response

Leave a reply "Project Jembatan Babat Rp.13 Miliar Selama Pengerjaan Tidak Memikirkan Masyarakat, Dan Mengambil Keuntungan Sepihak."