Maraknya Kasus Anak Perempuan Hilang, Orang Tua Koreksi Diri

Bukittinggi, Sumbar, kompas86.com
Maraknya kasus anak hilang Akhir akhir, seharusnya menjadi perhatian bagi kita semua,
Studi menunjukan bahwa 89 persen anak yang lari dari rumah disebabkan karena mereka mengalami tekanan fisik dan psikis. Hampir separuh anak-anak yang lari dari rumah memiliki orang tua (setidaknya salah satunya) yang punya
Tempramental yang sulit di kendalikan karena beberapa faktor termasuk faktor ekonomi kemudian merembes ke tidak harmonisan rumah tangga

Tekanan yang dirasakan anak bermacam-macam bentuk penyebabnya. Alasan utama tentu saja keluarga yang tidak berfungsi dengan baik. Tidak berfungsi baik itu bisa dalam bentuk orang tua yang menelantarkan anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) antara anak dan orang tua atau antar orang tua

Sementara jika anak perempuan yang lari, orang tua cenderung panik karena mengkhawatirkan ketidakmampun anak perempuan untuk bertahan hidup, Dan orang tua yang ditanyai penyebab kepergian anaknya mengatakan tidak tahu alasan anak mereka lari dari rumah.seringkali terpikirkan oleh anak untuk menghindari masalah.  Atau muncul sebagai bentuk ketidakmampuan anak mengatasi masalah yang tengah dihadapinya.

Anak merupakan amanah yang harus di jaga, kelak perbuatan dan tingkah lakunya akan di pertangung jawabkan oleh orang tuanya, banyak orang tua lain belum mempunyai anak namun  menginginkan anak

Belajar dari kasus yang marak saat ini, sudah saatnya pihak dari instansi terkait, memberikan penyuluhan, pengertian terhadap penting nya keharmonisan rumah tangga, Kurang harmonisnya hubungan orangtua dan anak ini lebih banyak disebabkan latar belakang ekonomi, dan status pernikahan orangtua mereka. Anak-anak yang memiliki orangtua yang utuh dan harmonis pasti akan merasakan kasih sayang yang penuh sehingga anak akan merasa bahagia, sehat, dan berhasil di sekolah, dibandingkan anak-anak dari keluarga yang tak harmonis.(****)

Category: Uncategorized
author
No Response

Leave a reply "Maraknya Kasus Anak Perempuan Hilang, Orang Tua Koreksi Diri"