Feninlampir : Harga Tanah Pulau Nustual Rp 14.000 Permeter³ Pelecehan Bagi Orang Tanimbar

Tanimbar ( Maluku ) Kompas86.com.

Liberatus Feninlampir salah seorang tokoh masyarakat Tanimbar menilai keputusan nilai harga tanah pulau Nustual Desa Lermatang Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Keptan), Provinsi Maluku (ProMal) oleh Tim Persiapan Pengadaan Tanah (P2T) dan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sebesar Rp.14.000 permeter³ adalah pelecehan bagi hak-hak ulayat masyarakat adat Tanimbar, khususnya sembilan desa terdampak di Kecamatan Tansel dan lebih spesifik Desa Lermatang.

kepada media kompas86 via telepon seluler Senin 22/11/2021, mengatakan, penyampaian keputusan Tim P2T yang dibentuk Pemda Provinsi Maluku dan KJPP soal harga tanah pada lokasi pembangunan pelabuhan kilang Liquifed Natural Gas (LNG) pendukung operasional pengelolaan blok Masela itu harusnya dilakukan secara terbuka.

Mantan anggota DPRD Tanimbar dua periode ini menyesalkan penyampaian keputusan Tim P2T soal nilai harga tanah di pulau Nustual yang terkesan dilakukan secara tertutup dan tidak transparan. Sekedar informasi, Tim P2T menggelar musyawarah tanggal 16 November 2021 silam di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Keptan dengan mengundang SKK Migas, INPEX Masela, Ltd, Bagian Tata Pemerintahan Keptan, Camat Tansel, Kades Lermatang serta pemilik tanaman umur pendek dan panjang di pulau Nustual sangat tertutup dan seperti ada yang dirahasiakan.

Dikatakan, penetapan dan keputusan nilai harga tanah pulau Nustual Rp.14.000 permeter³ mestinya dibuat melalui uji publik, dimana masyarakat juga diberi ruang untuk berpendapat dan menyampaikan aspirasi. Sebab penetapan harga seperti ini akan berpengaruh pada nilai harga tanah di seluruh lahan-lahan yang akan dibeli oleh pihak lain.

Ditambahkannya, tanah di wilayah pengembangan dan pembangunan LNG ini punya nilai ekonomis selain bermakna sosial. Harga Rp.14.000 permeter³ tidak rasional jika disandingkan dengan makna nilai ekonomis dari tanah di areal pengembangan Gas Alam Cair Blok Masela. Harusnya ada standar yang dipakai sebagai syarat penetapan. Sehingga tidak seenaknya dan secara sepihak Tim P2T tetapkan nilai harga tanah seperti itu, tanpa melalui uji publik dan menerima aspirasi masyarakat.

Feninlampir juga meminta Tim P2T, SKK Migas termasuk INPEX terbuka soal berapa nilai harga tanah sesungguhnya yang ditetapkan dan diputuskan pada lahan-lahan di desa Lermatang dan sekitarnya. Pasalnya, dirinya menduga ada sesuatu yang dengan sengaja disembunyikan, mengingat penyampaian penetapan nilai harga tanah dilakukan secara tertutup.

Sebagai pengurus Lembaga Adat Masyarakat Tanimbar, Dia dan lembaga tersebut akan melakukan protes terhadap penetapan harga tanah Rp. 14.000 permeter³. Dan itu pasti baik diminta ataupun tidak diminta oleh masyarakat desa Lermatang. Ini keterpanggilan moral kami lembaga adat Tanimbar untuk membela hak-hak masyarakat di negeri ini, tegas Feninlampir.

Ditambahkan, Bapak Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo sudah mengatakan bahwa akan diupayakan agar masyarakat senang. Ganti rugi tanah akan diubah menjadi ganti untung. Namun kenyataanya, penetapan harga tanah Rp.14.000 permeter³ ini bukan ganti rugi melainkan lebih parah lagi, ganti lebih rugi, ungkapnya kesal.

Anis Labobar.

Category: Uncategorized
author
No Response

Leave a reply "Feninlampir : Harga Tanah Pulau Nustual Rp 14.000 Permeter³ Pelecehan Bagi Orang Tanimbar"