Andreas Go Sebut Pikiran Mantan Kabag Hukum Adalah Pandangan Teoritis.

Saumlaki, Maluku, Kompas86.com.
Tanggapan mantan kabag hukum setda Kepulauan Tanimbar, Brampi Moryolkosu SH, terhadap masalah tanah danau lorulung yang kini menjadi masalah antar marga atas dan soa mudi desa Lorulung kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, akhirnya dibantah oleh Andreas Go, dalam kapasitas sebagai Pengacara marga Fabumase, bahkan menuding klarifikasi mantan kabag Hukum tersebut merupakan bagian dalam membela diri.

Demikian dikatakan Go kepada media ini, Jumat (26/11/2021) di Saumlaki mengatakan, soal klarifikasi Muryokosu itu sah sah saja, tetapi informasi yang disampaikan ke kompas86com didasarkan pada hasil pembicaraan dengan mantan Asisten I Setda Tanimbar, Fredek Batlayeri SH, sehingga menurutnya tidak ada yang menyimpang , namun yang mengherankan ialah mengapa pembayaran tanah danau harus melibatkan soa padahal jelas adalah milik mata rumah Fabumase(marga mudi atas). Dia mencontohkan pelepasan tanah untuk misi Katolik , penjualan tanah ke MSC yang menjual marga mudi bawah apakah marga mudi atas mendapatkan hasil penjualan??, ungkap Go.

Selain itu pengacara muda yang aktif menangani perkara perkara masyarakat tersebut katakan, apa yang disampaikan oleh mantan kabag hukum tersebut adalah sebuah pandangan teoritis hukum, tetapi kalau saya adalah seorang praktisi hukum sehingga pada prisisp suatu putusan mengikat pada pihak yang ada dalam putusan namun dalam berpraktek,kita bisa mengajukan putusan perkara lain sebagai bukti dalam perkara lain juga asalakam punya korelasi hukum , jelasnya.

Ditambahkan, terkait dengan persoalan danau Lorulung seyogyanya pemda harus membayar kepada marga bukan kepada soa karena soa sendiri tidak punya hak untuk membuat pelepasan karena itu adalah hak marga yang menguasai lokasi itu. Dan itu adalah kesalahan yang dibuat camat wertamrian karena melakukan pembayaran kepada soa, dan itulah inti dari ketidak adilan
dan itulah sebagai penyebab terjadinya unsur ketidak puasan masyarakat desa dalam hal ini marga Fabumase yang dirugikan." Tegas Go.

Ditambahkan, kalau pengertian pemda dalam hal ini Camat Wertamrian seperti itu maka jelas bawa Pemda sendiri sudah salah bayar dan ini adalah keliru. Oleh karena itu, sebagai kuasa hukum dari marga Fabumase akan tetap mempertanyakan hal ini, dan tidak salah kalau saya minta Bupati untuk mengevaluasi kinerja Camat, L. Samangun S. Sos,
Agus Masela.

Category: Uncategorized
author
No Response

Leave a reply "Andreas Go Sebut Pikiran Mantan Kabag Hukum Adalah Pandangan Teoritis."