PT.Aditya Sinar Pratama Tidak Tepat Waktu Dalam Pekerjaan Jalan Nasional, Probolinggo-Lumajang-Turen

 

 

 

 

Foto teks: Dokumentasi Pekerja proyek drainase, saat melakukan pengecekan pekerjaan beberapa waktu yang lalu

 LUMAJANG(JATIM)KOMPAS86.COM

Preservasi Jalan dan Jembatan Probolinggo - Lumajang - Turen, yang menggunakan Anggaran APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) oleh satuan kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jatim, dengan Pagu anggaran Rp.21.723.091.000,00, yang di menangkan PT.Aditya Sinar Pratama dengan alamat JL. Baypas Ida Bagus Mantra, Banjar Dinas Minggir, Glegel - Klungkung, Kabupaten Bali, dengan penawaran Rp.17.110.068.482.63, hingga saat ini pekerjaan tersebut juga belum selesai.

A.Rahman selaku Manajer Operasional CV. Tirta Bumi Kalimasada, sebagai Subkon dari PT.Aditya Sinar Pratama memberikan komentarnya terkait keterlambatan pekerjaan Preservasi Jalan dan Jembatan Probolinggo-Lumajang-Turen,"Keterlambatan pekerjaan Drainase di bulan Desember - Januari lebih disebabkan karena faktor cuaca alam, banjir dampak dari bencana semeru yang menimbulkan kelangkaan material batu di semua tambang sebagai salah satu material yang paling dibutuhkan di pekerjaan drainase",katanya melalui pesan WhatsApp Rabu (12/01/2022).

"Keterlambatan sebelum kami menangani pekerjaan drainase dikarenakan subkon yang ada sering bongkar pasang dan pekerjaan kurang terkontrol dengan baik, kami masuk justru mempercepat waktu pekerjaan drainase terhitung lebih cepat 14 hari kerja dari batas waktu yang diberikan dari PT kepada kami",ujar Rahman.

Menurut keterangan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 1.5) Rizal Sanaba bahwa pekerjaan proyek jalan tersebut sudah di berlakukan denda, karena sudah melewati batas waktu kontrak yang sudah di tetapkan.

"gak ada perpanjangan waktu, mereka dikenakan denda, setelah di potong pajak dendanya 15 juta 399 ribu per hari",ujar Rizal Sanaba melalui pesan WhatsAppnya Selasa (11/01/2022).

Di konfirmasi lebih lanjut melalui pesan WhatsApp, terkait denda terhadap PT.Aditya Sinar Pratama, berapa hari denda tersebut diberikan dan apakah perusahaan di putus kontrak, bila pekerjaan tidak selsai, Rizal Sanaba tidak membalasnya.

Sementara itu Gusti Darmawan selaku GS dari PT.Aditya Sinar Pratama saat di konfirmasi melalui telfon WhatsApp Selasa malam (11/01) menyampaikan seharusnya pekerjaan proyek tersebut mendapatkan perpanjangan waktu, karena terjadi erupsi gunung Semeru, namun semua itu tidak diberikan oleh PPK tersebut dan langsung di berlakukan denda atas keterlambatan pekerjaanya.

"Seharusnya ada perpanjangan waktu pak, karena ada erupsi kemarin, tapi ini tidak ada dan langsung di denda perhari selama 10 hari",katanya.

Lebih lanjut Gusti Darmawan mengatakan bahwa ,"mungkin Minggu ini pekerjaan kita selsai pak, karena sudah tinggal sedikit lagi, juga yang di gladak perak itu, kemarin yang terkena erupsi dan di Turen sedikit lagi",pungkasnya.

Sekedar di ketahui proyek jalan nasional yang menelan anggaran puluhan milyar rupiah yang bersumber dana dari APBN itu kini telah habis masa kontraknya per 31 Desember 2021, dan per 1 Januari 2022 telah di kenakan denda keterlambatan sebesar Rp.15.399.000 perhari setelah di potong pajak.(Ndi).

 

 

Category: Daerah, NewsTags:
author
No Response

Leave a reply "PT.Aditya Sinar Pratama Tidak Tepat Waktu Dalam Pekerjaan Jalan Nasional, Probolinggo-Lumajang-Turen"