Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Menjelang Nataru, Polda Lampung Gencar Lakukan Vaksinasi Covid-19

Bandar Lampung Kompas86.Com
Menjelang Natal dan tahun baru (Nataru) 2021 Polda Lampung dan Polres jajaran masih terus genjar melakukan percepatan vaksinasi covid-19 bagi masyarakat di Provinsi Lampung.

Polda Lampung melalui Kabid Humas Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, menjelang libur Nataru Polda Lampung dan jajaran terus melakukan percepatan vaksinasi covid-19.

“Kita masih terus melakukan percepatan vaksinasi covid-19 bagi masyarakat Lampung untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran covid-19 di hari libur nasional Nataru 2021”, kata Pandra, Minggu (21/11/2021).

Dari data yang dihimpung Biro Operasi (Roops) Polda Lampung pada hari Sabtu 20 November 2021, gerai-gerai vaksin Polda Lampung dan Polres jajaran telah melakukan vaksinasi covid-19 sebanyak 28.534 dosis kepada masyarakat di Provinsi Lampung.

“Sebanyak 28.534 dosis vaksin sudah kita suntikan, baik itu vaksin Sinovac, Astra Zeneca dan Moderna,” imbuhnya.

Lanjut Pandra, lokasi gerai vaksin yang digelar sebanyak 127 lokasi, dengan tenaga medis dan relawan berjumlah 988 orang.

“Ini tentunya tidak terlepas dari dukungan unsur 3 pilar, TNI-Polri dan Pemda melalui Dinas Kesehatan, dengan harapan pada bulan Desember target 100 persen dapat tercapai di Provinsi Lampung sehingga herd immunity masyarakat dapat terbentuk,” katanya.

Percepatan vaksinasi covid-19 ini terus digencarkan untuk mengantisipasi lonjakan gelombang ke tiga penyebaran covid-19 pada saat libur nasional Nataru 2021.

“Untuk diketahui berdasarkan data dari Website vaksinasi kemkes.go.id Lampung pertanggal 18 November 2021, Provinsi Lampung urutan 16 nasional untuk dosis satu dengan prosentase 60,33 persen sedangkan untuk dosis dua, urutan 19 nasional dengan prosentase 29,42 persen,” tutup Pandra.

Jurnalis : ((Ferdi Akbar))

 

 

Category: Hukum
author
Ferdi akbar
No Response

Leave a reply "Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Menjelang Nataru, Polda Lampung Gencar Lakukan Vaksinasi Covid-19"