Alih Fungsi Dan Pendangkalan Rawa Picu Banjir Lamongan

0 86

Selasa 4 Januari 2022 : 12 10
Lamongan (Jatim) Kompaa86.com
Karena merasa prihatin atas musibah banjir yang melanda Kabupaten Lamongan Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN Prof Zainuddin Maliki bertemu Bupati  Lamongan DR. Yuhronur Efendi, MBA dan Sekda Lamongan Nalikan di Pendopo Kabupaten Lamongan, (2/1/2022).

Pertemuan tersebut membahas masalah banjir Lamongan yang tahun ini sudah merendam dibeberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan utamanya di bantaran Bengawan Solo.

“Pada tahun-tahun sebelumnya banjir terjadi sekitar bulan Februari tetapi beberapa tahun terakhir sudah terjadi sejak bulan November-Desember banjir telah menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Babat,” ungkap anggota legislatif asal Dapil Jatim X, Lamongan-Gresik ini.

Pemda Lamongan akan  memaksimalkan penggunaan pompa air, dan seluruh dam yang ada dibuka agar dapat berfungsi memperlancar aliran air dengan baik. Untuk itu Pemda meminta bantuan penyediaan pompa air dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

"Lamongan membutuhkan pompa air dengan kapasitas yang tinggi. Dibutuhkan sejumlah rumah pompa air dengan kapasitas besar, mulai dari pompa air berdaya sedot 1.000 hingga 4.000 liter per detik." kata Zainiddin Maliki

“Kami turut mendesak agar pemerintah daerah maupun provinsi untuk memberi dukungan anggaran,” kata Zainuddin Maliki yang juga menyampaika bahwa untuk mengatasi luapan air dari Bojonegoro maka dibutuhkan rumah pompa ini memerlukan dukungan dari APBD maupun APBN.

"Mengembalikan sejumlah fungsi rawa seperti rawa Semando, rawa Sekaran, dan lain-lain juga merupakan kunci penyelesaian banjir di kawasan ini" tegasnya.

Sebagian besar pemicu terjadinya banjir adalah rawa yang ada di Kabupaten Lamongan selama ini ada yang berubah fungsi menjadi lahan pertanian dan tambak ikan. Terjadinya pendangkalan rawa juga berpotensi mengakibatkan rawa tidak bisa menampung air secara maksimal.

Untuk mengatasi hal itu anggota DPR RI dari PAN tersebut menyampaikan, Pemda Lamongan tidak bisa berjalan sendiri dalam pembenahan fungsi rawa karena rawa-rawa tersebut merupakan kewenangan Provinsi. 

Dengan demikian, masyarakat Lamongan berharap ada langkah-langkah yang lebih nyata dari pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pembenahan rawa-rawa yang menjadi penyebab terjadinya banjir tersebut.

“Dalam waktu dekat perlu dilakukan pencegahan terjadinya pendangkalan rawa dan kemudian memastikan fungsi rawa sebagai penyerapan dan penampungan air, bukan sebagai lahan pertanian atau tambak ikan,” ungkapnya.

Diharapkan juga bagi petani tambak agar tidak meninggikan tanggul karena berpotensi menghambat arus air, bisa disiasati dengan memasang jaring agar ikan tidak keluar dari tambak.

“Jika itu bisa dilakukan maka di satu sisi bisa turut mengatasi potensi terjadinya banjir, di sisi yang lain bisa dilakukan budidaya tambak ikan sebagai mana yang diharapkan,”  tukasnya

(CW69).

 

Category: Daerah
author
No Response

Leave a reply "Alih Fungsi Dan Pendangkalan Rawa Picu Banjir Lamongan"