*ABMI Bersama Pemerintah FGD Bahas Penanganan Anjloknya Harga Bawang Merah

 

 

Semarang Jateng,kompas86.com 

Risalah FGD (Focus Group Discusion) 

 Menyikapi Anjlognya Harga Bawang Merah 

Yang bertempat di.Hotel Santika Semarang Jumat 19/11/2021

Yang di hadiri

1. Dirjen Hortikultura Pak Anton

2. Direktur STO Pak Tomy

3. SubDit Bawang Merah : Ibu Mutiara

4. Perwakilan Kementerian Perdagangan

5. Perwakilan BUMN : RNI 

6. Bank Indonesia

7. PT. Pura Kudus

8. Satgas Pangan Polri

9. Perwakilan Kemenko Perekonomian (On Line)

10. Badan Ketahanan Pangan (On Line)

11. Direktorat PPHH (On Line)

12. Dinas Pertanian Prov Jateng

13. Dinas Pertanian Kab.Brebes, Demak, Kudus, Grobogan, Kendal

14. Asosiasi Bawang Merah Indonesia :

• Juwari Brebes (Ketua Umum)

• Ikwan Arif Brebes (Sekjen)

• Ahmad Soleh Kendal ( Wakil Ketua)

• Cipto Demak ( Wakil Ketua)

• Alex Candra Brebes (Wakil Ketua)

Rapat di awali dengan pembukaan oleh Dirjen Hortikultura,

 Dalam pemaparan Ketua Umum ABMI Juwari menyampaikan, poin-poin penting hasil rapat koordinasi ABMI tanggal 14 November 2021 di Brebes.

Dalam penyampaian dari Dinas Pertanian yang hadir yang poinya sama yaitu keluhan petani bawang merah menghadapi anjloknya harga dan ingin bersama sama mencari solusi, Kmenterian Perdagangan, PT Pura, RNI,

Tanggapan Dirjen Hortikultura Atas permasalahan tersebut Menjelaskan Penyebab Turunnya Harga Bawang 

Merencanakan beberapa Agenda untuk dilaksanakan antara

Aganda SOS / Jangka pendek 1 bulan ke depan Tunda jual (bawang merah di keringkan jadi Askep selajutnya di simpan di gudang,

 Pemerintah siap memfasilitasi biaya sewa Gudang.

Hal tersebut di pertanyakan petani,Gudangnya siapa ?, Siapa yang mengelola ?, Siapa yang akan mengontrol ?

Pemerintah menyiapkan bantuan biaya Distribusi ( Apabila ada petani yang akan mengirimkan bw merah antar kota / antar provinsi Pemerintah akan menanggung biaya Transportasi sampai tujuan)

Pemerintah akan mendorong swasta untuk melakukan penyerapan,Menggerakan PNS untuk membeli bawang merah ke petani,Menggerakan pasar Tani untuk melakukan penyerapan,Bulog atau BUMN yang lain agar membantu melakukan penyerapan mengoptimalkan bantuan-bantuan pemerintah seperti Alat Pengerin, Sarana pengolahan dll

Agenda Temporer ( 1 – 6 bulan )Mendorong utuk peningkatan Ekspor Bawang merah (perlu pendampingan)

Bantuan sarana pasca panen dan pengolahan bawang merah,

Agar petani untuk menggunakan KUR untuk permodalan, jangan kridit umum juga Bantuan perbenihan

Management PolaTanam

Ada data untuk warning system di peroleh dari data historis 5 tahun terakhir sehingga bisa mempradiksi 2 – 6 bulan ke depan.

Memperbaiki system Budidaya , Menanam varietas bawang merah yang bias di Ekspor (Bantanis , Super Philip, Lokananta)yang di rintis Pasar Lelang seperti yang dilakukan di Kabupaten Sleman untuk Komoditas Cabe.

RENCANA AKSI

Kemenko Perekonomian

Agar Membantu Penyerapan,Memfasilitasi Rakortas / Rakornis untuk pihak-pihak terkait

Seperti Fasilitasi KUR yang bekerja sama dengan Bank Indonesia 

Departemen Pengembangan UMKM harus melakukan pendanpingan dan fasilitasi Klaster Bawang Merah

PPHH 

Fasilitasi bantuan biaya sewa Gudang bagi petani (POKTAN. GAPOKTAN) Membantu biaya Bistribusi (biaya angkutan sampai ke tujuan pasar,Bantuan Bangsal Pasca Panen 

Sementara Kementerian Perdagangan akan memanggil para pengusaha dan swasta untuk mendorong melakukan penyerapan

Dari beberapa Usulan ABMI yang masih dalam pembahasan selanjutnya dan belum mendapatkan persetujuan 

Ada Gudang Cold Storage di Surabaya milik Swasta sebanyak 10 Unit masing2 unit kapasitas 400 ton sehingga total mampu menyimpan bawang merah 4000 ton. Siap di sewa untuk di pergunakan,

Pemerintah atau BUMN (Bulog, Berdikari, PPI) melakukan penyerapan minimal 1000 ton untuk mempengaruhi psikhologi pasar dan di simpan di gudang tersebut Perlu Rapat Koordinasi Teknis untuk melaksanakan beberapa Agendakan yang telah di sampaikan Dirjen.

 

A,gofur

Category: Daerah
author
No Response

Leave a reply "*ABMI Bersama Pemerintah FGD Bahas Penanganan Anjloknya Harga Bawang Merah"